Tampilkan postingan dengan label Catatan ummi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan ummi. Tampilkan semua postingan

2 Jan 2016

Catatan Ummi ke 14

◎●○🌷✒📖

✒📖 Catatan Ummi 📖✒
———————————————————————
🔘Mengatasi Anak Bermasalah
(Tanggapan atas Catatan Ummi "Sepetik Hikmah dan Renungan Diri")
———————————————————————

🌻Dari "Catatan Ummi" tentang kisah anak yang bermasalah, kita dapati sedikit informasi yang membantu kita mencari solusi dari permasalahannya.  Informasi itu adalah:

»-Banin usia 19 tahun
»-Pernah di pesantren dan sudah bermasalah sejak di pesantren
»-Berani menentang ibunya, bahkan melakukan kekerasan fisik
»-Terfitnah syahwat (pacaran)
»-Ingin merantau
»-Sang ayah jauh bekerja diperantauan

🚨Dari permasalahan yang ada, kita harusnya mencari akar permasalahan yang ada mengapa sampai seperti itu?  Kenapa di pesantren bermasalah?
Dari berbagai kasus santri bermasalah, diantaranya adalah:

1⃣  Salah pergaulan
Orang tua yang sibuk kurang mengawasi pergaulan anaknya. Orang tua tidak mengetahui dengan siapa anaknya bergaul sehingga ketika terjerumus kepada perilaku buruk akibat meniru teman bergaulnya, orang tua kewalahan menghadapinya.

2⃣  Diasramakan usia dini dan kurang kasih sayang
Sebagian anak yang diasramakan di usia dini dibawah 12 tahun, jauh dari perhatian dan kasih sayang orang tuanya, mereka akhirnya jauh dari orang tua dan melewati masa kecilnya dengan haus kasih sayang. Ketika beranjak remaja dan dewasa, ia tidak lagi mempunyai jalinan  psikologis anak-orang tua, bahkan dirinya merasa sebagai anak terbuang. Ketika dibully teman-temannya, ketika menghadapi permasalahan, ketika sakit dsb, dia sebenarnya sangat membutuhkan sosok orang tuanya.  Saat diasrama yang jauh dari orang tua itu dia tidak bisa mendapatkannya, diapun berusaha 'melupakan' orang tuanya dan berjuang menghadapi sekian banyak tekanan yang sebetulnya belum mampu dia hadapi.  Ketika sudah jauh dari orang tua itu, tentu tidak ada lagi semangat untuk berbakti kepada keduanya.

3⃣  Kurang terbimbing dalam melewati masa-masa kritis pembentukan kepribadian
Saat anak usia SD, SMP dan SMA, mempunyai pola pendidikan yang berbeda sesuai dengan tingkatan kepribadian sang anak.  Ketika kebutuhan anak kurang terpenuhi, kerjasama orang tua dan guru sangat kurang, maka berbagai permasalahan akhirnya akan muncul.

⚠Hal-hal yang hendaknya dijauhi dalam membimbing sang anak:

1⃣  Mencerca, menghakimi  memberi label negatif
Hal-hal tersebut akan makin membuat kepribadian anak semakin  rapuh, dalam dirinya akan tertanam bahwa dirinya adalah anak yang buruk, jahat dan bermasalah.  Padahal bisa jadi, permasalahan dirinya merupakan bentuk akumulasi dari pola pendidikan yang keliru.

2⃣  Menghukum dengan kekerasan fisik
Anak semakin beranjak dewasa, fisiknya semakin kuat, kesalahan belum dideteksi dengan baik dan dalam kondisi ini kekerasan fisik tidak perlu.  Justru hal ini akan menimbulkan dendam dalam hatinya dan bisa meledak pada suatu waktu.

3⃣ Jangan didikte atau didoktrin
Semakin beranjak dewasa logika anak semakin jalan.  Dia tidak akan bisa menerima sebuah pemahaman kecuali bisa diterima dalam penalarannya. 

🚧Beberapa solusi:

📍1.Kuatkan ikatan keluarga
Ayah dan ibu hendaknya menguatkan ikatan diantara mereka, apalagi ayahnya bekerja di tempatyang jauh.  Orang tua dan anak hendaknya sering berkumpul dan saling berbagi rasa, curhat dan menguatkan hubungan keluarga.  Kegiatan seperti jalan-jalan di pantai bersama keluarga, memancing, jalan-jalan ke gunung, ngobrol di meja makan sambil makan bersama, mempererat tali silaturahmi dengan mengunjungi keluarga lainnya, mengenalkan sang anak hubungan dengan keluarga lainnya satu kakek dll

📍2.  Beri nasehat dengan metode khusus
Anak yang sudah beranjak dewasa, diberi nasehat ceramah akan masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri.  Hendaknya anak diberi nasehat dengan cara:

🏮Pertama:  Sampaikan nasehat mengalir bersama kehidupan, bukan terlihat formal dan kaku.
📌Misalnya, ajak anak sesuai dengan hobinya.  Hobi menembak, hobi memancing, hobi naik gunung dsb selama tidak bertentangan dengan syariat.  Nah, sebagai orang tuanya cobalah mendampingi sang anak.  Saat berdua itu sampaikan nasehat dengan hati-hati.  Jangan sampai si anak didudukkan di kursi 'pesakitan', kemudian dikeroyok dengan ceramah dari keluarganya.

🏮Kedua:  Dibuka penalarannya.
Umur 19 tahun itu tidak bisa didikte.  Biarkan anak menjawab sendiri permasalahan yang kita berikan.  Misalnya: "Lihat tuh, mereka anak-anak liar di jalanan, tidak kenal Allah, saat waktunya sholat malah ngamen, kalau tiba-tiba ketabrak mobil trus mati sih gimana di akhirat ya?"

※Atau,
"Ada orang yang diazab di dunia gara-gara durhaka kepada ibunya, serem pokoknya, semoga kita dijauhkan..."

※Atau,
"Akibat perbuatan zina itu sangat mengerikan, kita harus hati-hati, kamu tau nggak hal-hal apa yang bisa mendekatkan kepada zina?"

🍃Dari contoh pertanyaan terakhir, si anak akan bisa menjawab "contohnya pacaran".  Nah kemudian dengan hati-hati orang tua 💬bertanya, "Lalu apa solusinya?".  Begitu seterusnya, pancing anak untuk menjawab, arahkan apabila jawabannya menyeleweng, timbulkan kesadaran dari pribadinya.

🏮Ketiga:  Ambil pelajaran dari kehidupan
Misalnya mengajak anak untuk menyantuni fakir miskin, kemudian diingatkan pentingnya kita bersyukur.  Bisa juga mengunjungi anak-anak yatim dan menyantuni mereka, kemudian sang anak diingatkan tentang perlunya bersyukur punya orang tua yang lengkap dan masih hidup.

📍3.  Carikan kegiatan atau pekerjaan yang bermanfaat
Carikan famili atau ikhwan yang punya pekerjaan dan ikutkan dalam pekerjaan itu.  Sampaikan bahwa dia tidak mengharap gaji, tidak harus digaji, tapi berharap pengalaman.  Misalnya membantu di pabrik air minum galon, ikut di peternakan atau pertanian, ikut berdagang, ikut menjajakan telor, kerja di percetakan dll.  Usahakan tempat kerja yang terkondisikan dimana ada kesempatan saling bernasehat sehingga lambat laun sang anak terbawa ke arah yang lebih baik.  Tapi ingat,semua itu harus sesuai dengan minat dan bakatnya, jangan ada paksaan.  Ketika sang anak sudah menemukan arah hidupnya, tumbuh kepercayaannya, saat itulah bimbingan ke arah yang lebih baik akan lebih mengena.

📍4.  Selain upaya diatas, tentu tidak lupa do'a dan berbagai sarana dan upaya yang bisa mengantarkan anak kepada ilmu, misalnya dengan mengadakan pengajian keluarga, membelikan anak buku-buku Islam dsb.

💐Semoga yang sedikit ini bisa membantu.

------------------------
✒Kiriman dari anggota Bilaad 7⃣
🌻🍃🌻🍃🌻🍃

Wa.Tarbiyatul Aulad
🍃🌺BILAAD🌺🍃

🌐http://Tarbiyah-aulad.blogspot.com
📡http://bit.ly/groupBILAAD

23 Des 2015

CATATAN UMMI ke 13

📈💦📈💦📈💦📈💦📈💦📈💦📈
〰〰〰CATATAN UMMI〰〰〰

🌰Sepetik Hikmah dan Renungan Diri🍒

-------------######--------------

〰✒Sedang mencoba belajar menelaah jadi mohon koreksi antunna, tentang bagaimana salafiyyin memberi bimbingan dalam menangani anak remaja di era sekarang, anak seorang ahlus sunnah. Yang sudah pernah bermasalah sejak di bangku pesantren.

🚜Banin, Usianya 19 tahun.
Tapi kondisinya sekarang sudah terlampau sangat berani menentang ibunya.

♨Bukan hanya secara Kata-kata namun sudah sampai kepada kepada kekerasan fisik, seperti menendang saat ibunya tiduran atau membungkan mulut sang ibu saat menasehatinya untuk tidak sering keluar malam bahkan smpai menjelang shubuh. Yang akibatnya, jamaah jadi keteteran.

🔰Sedang Mencari solusi selain meminta sang ayah untuk pulang ke rumah. Karena ayahnya sudah terikat kontrak, yang jika terpaksa pulang diminta ganti rugi yang lumayan besar. Belum ada pengganti pekerjaan lain di indonesia.

🏮Sudah berusaha dinasehati nenek dan pihak keluarga yang lain tapi jawabannya hanya mengiyakan saja, Sedangkan faktanya berbeda. Seolah nasehat berlalu begitu saja.

💦Sang ibu yg wanita dan lemah sering kalahnya dengan anak ini. Dia merasa kuat secara fisik. Sedikitpun tidak pernah merasa punya salah dan dosa. Apalagi terbesit untuk meminta maaf.

💥Anak inipun kabarnya sudah terfitnah syahwat (pacaran) dan bermain facebook. Karena belum disibukkan waktu luangnya, acap kali sering keluar rumah semau dia dengan berbagai alasan seperti; mencari pekerjaan, nonton bola, dan sebagainya tanpa mau berusaha fokus memanfaatkan waktu untuk menggali skill dan maksimal dalam berbakti. Keinginan merantau semakin menggebu-gebu terutama jika setiap konflik dengan ibunya seperti masalah uang saku, motor, pulsa dll..

✂Ayahnya sudah pernah mau menyita fasilitas komunikasi, akses internet dan sebagainya dari si anak. Tapi yang ada semakin meruncing konflik ayah dan anaknya. Sehingga Semakin membuat ibu ini berlipat sedihnya.

💦Sang ibu saat ini sudah sangat kewalahan, bahkan bisa dikhawatirkan drop berat jiwanya karena putus asa. Ibu sudah berusaha bersabar dan mendoakan tapi sepertinya keadaan tidak semakin lebih baik. Seringkali jiwanya tertekan karena beban pikiran/perasan bahkan menangis. Allohumustaan💦

---------------######--------------

➖➖➖🔘➖➖➖

*(NASEHAT PRIBADI)**

📌Pertama,

Mari kita mulai berusaha mendahulukan sebuah amanah. Apalagi amanah tersebut datangnya dari Alloh ta'ala.
Bukankah anak adalah harta paling berharga yang kita miliki❓
💍Jika keduanya sama- sama wajib, manakah yg paling mendesak untuk ditangani secara langsung oleh tangan kita. Karena hakikatnya orang lain sekalipun takkan mampu membantu banyak dengan maksimal apa yg diluar jangkauannya.

🌻Yakinlah bahwasannya Alloh tidak akan menyia-nyiakan hambaNya yg juga berusaha untuk tidak menyia-nyiakan amanah yang diberikanNya pada kita.

📌Kedua,

Terus berusaha untuk segera memperbaiki kualitas hubungan kita dengan Alloh. Karena Alloh maha mengetahui kadar kemampuan para hambaNya dan tidak akan menguji diluar kemampuannya sekalipun masuk kategori ujian yang berat.
Tidak ada manusia yang bisa menolong, hanya Allah yang Maha Kuasa yg mampu menolong.

🌸Yakin bahwa pertolonganNya akan datang jika kita terus mengadu kepadaNya, memohon jalan keluar dan  bergegas untuk bertaubat nasuha kepada Alloh.

💧Kita menangis dan meminta tolong hanya kpd Allah dengan memperbaiki ibadah kita kepada Allah, banyak istighfar dan taubat kepada Allah dari segala dosa, shalat tahajud setiap malam, mengangkat tangan mintakan hidayah untuk anak kita, karena doa ibu mustajab untuk anak-anaknya.
Memperbanyak puasa sunnah karena doa orang yang berpuasa, makbul. Kemudian hendaknya bersabar menunggu doanya dikabulkan. Insyaa Allahu ta'ala.

ربّ اجعلنى مقيم الصّلاة و من ذرّيتى ربّنا وتقبل دعاء

ربّ هبلى من الصّالحين

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ

اعيذك بكلمة الله التآمة من كل الشيطان و هامّة ومن كل عين لآمّة

📌Ketiga,

Dengan kita meningkatkan ilmu dan meminta bimbingan kpd orang yang berilmu insyaAlloh akan mendapat banyak pencerahan.

✅ Mari berikan teladan jika kita adalah orangtua yg bersemangat mengkaji ilmu. Sehingga insyaAlloh anak akan pula mencontoh kita. Dan darinya diharapkan membaik pula akhlaknya. Kitapun akan dijauhkan dari sikap mudah dalam menyalahkan salah satu pihak tanpa adanya sikap objektif dan instropeksi untuk menggali masalah dari keterangan kedua belah pihak.

📌Keempat,
Bersegera untuk memegang tangan anak kita yang sedang galau, memeluknya, mendekat padanya secara fisik dan jangan pula pernah membencinya, jangan terus mengadili anak, tapi maafkan dia dan berusaha menjadi orang tua yang mudah lebih dahulu meminta maaf kepada anak sekalipun kesalahan mutlak dari sang anak.
Seperti, maaf tadi ummi membentakmu terlalu keras.
"MAAFKAN UMMI NAK" yang  terus menyalahkanmu dan jarang menghargaimu yang sebenarnya ingin berusaha membantu kami".

❗Disini poin utama yg ingin ditekankan, agar anak tidak semakin sombong dan diapun mulai belajar untuk mengatakan MAAF seperti umminya.

🌾Biidznillah, jangan pernah sedikitpun terbesit dari diri kita untuk merasa putus asa mencairkan hatinya yang keras, jangan merasa bahwa usaha kita nanti akan sia-sia ketika baru mau memulai ataupun sudah sudah kita mulai untuk menjinakkan anak kita.

💬Terus ajak ngobrol akrab dan rileks dengan anak. Setiap hari jika ada peluang dan kesempatan, manfaatkan. Terus bersikap lunak, lembut dan penuh kasih sayang kepada anak kita. Tanyakan juga apa yg menjadi keinginannya sekarang❓tulus dan terbuka.

📌Kelima.
Sebuah kewajaran, bila suatu saat anak yang tidak terbimbing dan kurang kontrol melakukan sebuah pelampiasan yang intinya "ingin juga merasakan enaknya jadi anak gaul layaknya orang awam yang sudah kepalang basah dicap nakal oleh orang tua sendiri, bukankah aku sudah pernah di pesantren belajar agama yang  membosankan? Toh orangtua sudah sangat membenciku".

⛔Inilah yg dinamakan judge atau Cap buruk yang anak tahu itu keluar dari Kata-kata kita tanpa pernah sekalipun si anak mendengar kita secara langsung maupun Kata-kata mendoakan kebaikan untuknya dg tulus sepenuh hati.
Bukankah ini sebenarnya yang membuatnya akan semakin bertambah parah keadaannya❓

📌Keenam.
Lalu, Mari kita renungi apa yang sekiranya membuat anak itu hanya terlihat baik saat didepan kita orangtuanya namun ternyata justru berani berbuat keburukan dibelakang tanpa sepengetahuan kita.
Renungi pula apa yg membuat kita sebagai ibu diremehkan oleh anak dan diacuhkan nasehat kita yang tulus dari hati❓❗
Artinya, tarbiyah yg kita lakukan belum tertanam dalam jiwa si anak sehingga belum membuahkan hasil yang maksimal.

📌Ketujuh
Terkadang anak mencari pelampiasan lain karena kurangnya belaian kita sebagai ibunya. Sebab bisa jadi seorang anak lelaki sekalipun sudah dewasa masih merindukan sosok ibu yang penuh perhatian yang nyaman diajak curhat.  Sangat menyedihkan bilamana yang terjadi malah sebaliknya.
Bagaimana anak akan terbuka dengan kita jika kita masih saja menutup diri. Sikap Merasa berkuasanya anak di rumah, juga bisa jadi kita juga yang ia jadikan teladan selama ini. Nastaghfirullohal 'adziim..Allohu a'lam

📌Kedelapan, Usaha anak sekecil apapun yang ternyata juga jarang kita hargai. Memang, Tidak ada orang tua manapun yg menuntut anaknya untuk segera bekerja membantu orangtua apalagi masih diusia belajar, namun inilah cara pandang anak yg patut dihargai. Cita-cita dan keinginan seorang anak untuk lebih mandiri walau pikirannya yang tak kunjung dewasa menurut kita.

☝🏼Bukan untuk semakin dijatuhkan, karena sebenarnya dia sudah jatuh harga dirinya. Jatuh mentalnya, seolah skillnya selama inipun tidak bernilai dimata kita.

☝🏼Sekali lagi, Teladan dari kita yang masih belum optimal sehingga yang ada setiap hari hanya berupa sampah emosi.
Wal 'iyaadzubillah.

📌Kesembilan.
Jangan lupa, Terus kita berusaha memperbaiki komunikasi dua arah: 🔄Suami-istri

🔄anak-orangtua dan sebaliknya.

👉🏼Jika masih terdapat kesalahfahaman diantara keduanya berarti memang hubungan komunikasi belum terjalin dengan baik.
Jangan sampai kita sudah merasa puas dan cukup dalam mendidik anak-anak kita, yang mereka juga merupakan buah dari tarbiyah kita selama ini jika kenyataannya masih juga kecolongan.
Qaddarallahu wamaasyaa'a fa'al.

📌Terakhir, Jika memungkinkan bisa dibuat perjanjian beserta saksi - saksi, tanda tanga
n dikertas, jika anak melanggar, hukumannya apa Yang saling disepakati.
Dihajr dan dihukum fisik tanpa melukai jika memang dibutuhkan.

📱Termasuk berani tegas suatu saat untuk sita semua sarana komunikasi, akses internet, dll yg bisa  membuat dia kembali berulah. Disitu sumbernya. Walaupun sebuah keniscayaan yang tak terelakkan di era sekarang.
Bukan tidak mungkin jika anak mencari pelampiasan ke warung internet atau game play station. Pergaulan dunia maya juga dunia nyata yang tidak terbendung. Ini karena anak belum bisa memanfaaatkan untuk kebaikan tapi justru menambah dosa. Sehingga bimbingan orangtualah yang nantinya akan sangat berpengaruh dalam membentuk pergaulan dan karakter seorang anak kedepannya

Semoga Dimudahkan
                 بارك الله فيكم 🍒

📆LIMO, ١٩ صفر ١٤٣٧ ه
🕒pukul 10.00 WIB
✏catatan ummi 'Abdillaah ash Shuluwy
 

➖➖➖🔘➖➖➖
*Diadopsi dari sebuah kisah nyata yang semoga segera berakhir..

Allohu yahfadzuna wayu'iinuna
**Jazaahumullohu Khoyron atas bimbingan asaatidzah wal ustaadzaat kepada kami walau hanya melalui media yang serba terbatas ini.

🌴Cukup mengingatkan penulis kepada kedua orangtuanya.
Mohon maafkan nanda yaa Abawaiyya💦

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا. آمين

       ﹏ تربية الاولاد﹏

     🎀🚂 WA BILAAD 🚂🎀   

📮http://tarbiyah-aulad.blogspot.com

📡bit.ly/groupBILAAD

📈💦📈💦📈💦📈💦📈💦

27 Nov 2015

Catatan Ummi 12

🌻🌻🌻WA BILAAD🌻🌻🌻

✒ Catatan Ummi - Catatan Ummi

✅Berkaca dari Pendahulu yang Shalih dalam Perhatian Kepada Anak-anaknya.

〽Abdul Aziz bin Marwan rahimahullah pernah mengutus anaknya yang bernama Umar ke Madinah dalam rangka belajar. Ayahnya menulis surat kepada Sholih bin Kaisan agar ia menjaganya.
    
🌴Sholih bin Kaisan mengharuskannya sholat jama’ah. Kemudian pada suatu hari, Umar bin Abdul Aziz terlambat melaksanakan sholat jama’ah. Maka Sholih bin Kaisan bertanya, “Apa yang menghalangimu?!”. Umar menjawab, “Tukang sisirku mengatur rambutku”. Sholih bin Kaisan berkata, “Apakah pengaturan rambutmu menyebabkan engkau lebih mengutamakannya dibandingkan sholat?!”

🍁Kemudian Sholih bin Kaisan pun menulis surat ke orang tua Umar bin Abdul Aziz tentang kejadian tersebut. Akhirnya Abdul Aziz mengirim seorang utusan. Utusan itu tidaklah berbicara dengan Umar sampai ia mencukur rambut Umar.

🌱Kisah diatas ada dalam Siyar A'lamin Nubalaa.  Dalam buku "Manaqib Umar bin Abdul 'Azis karya Ibnul Jauzi" (edisi terjemahan berjudul "Kisah Pemimpin Legendaris Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah") disebutkan bahwa Umar bin Abdul Azis berguru kepada Ubaidullah bin Abdullah, dan yang menyebabkan beliau terlambat shalat adalah sibuk dengan syair.

🍄Kisah diatas memberikan pelajaran penting bagaimana orang tua ketika mengirim anaknya untuk belajar, mereka memastikan adanya pengawasan yang ketat kepada putranya dan terus memantau perkembangan putranya.  Orang tua Umar (Abdul Azis) menerima laporan dari  Sholih bin Kaisan tentang perkembangan dan aktifitas baik atau buruk yang dilakukan anaknya, tidak 'pasrah bongkokan' begitu saja kepada gurunya.  

👍🏽❓Hasilnya?  Kita tahu sendiri, sejarah mencatat dengan tinta emas kisah menakjubkan dari pribadi bernama Umar bin 'Abdul Azis rahimahullah.

💦Orang tua sekarang banyak yang ketika memasukkan anaknya kedalam lembaga pendidikan, mereka tidak tahu  --kalau tidak mau dikatakan tidak peduli-- apa yang sebenarnya dilakukan sang anak. 

❓Apakah mereka (anak-anaknya itu) shalat berjama’ah dengan disiplin? Apakah mereka suka mengganggu teman?  Apakah mereka suka mengambil milik orang lain? Apakah mereka sudah menggunakan adab yang baik ketika meminta dan meminjam?. Apakah mereka rajin belajar?  Apa keluhan-keluhan mereka?  Itu semua banyak yang ‘blank’  (gelap) dikalangan orang tua.  Akibatnya ketika kondisi anaknya sudah parah orang tua baru bertanya:  Kok anakku jadi begini?

☑Lembaga pendidikan baik berupa ma'had ataupun bentuk lainnya sebaiknya memiliki catatan perilaku anak.
☑Catatan perilaku positif anak, catatan perilaku negatif anak, potensi-potensi yang dimiliki anak, prestasi anak baik akademik (kurikulum pendidikan) maupun kegiatan tambahan dll.  

❗Di rumah, orang tua hendaknya juga mengawasi perkembangan perilaku anak, misalnya pengamalan dari ahlak Islami, adab sehari-hari, siapa teman-temannya dll.

🔽Secara lebih rinci, berikut contoh-contoh praktis bentuk perhatian orang tua kepada putra-putrinya:

🔘Bangun pagi, biasakan anak-anak terutama yang usia 7 tahun keatas untuk bangun malam sebelum shubuh.  Banyak orang tua yang bangun malam tapi kurang mendorong anak-anaknya untuk bangun dengan alasan kasihan.

🔘MCK (mandi, cuci, kakus) hendaknya dikontrol apakah mandinya sudah bersih?  Apakah cara menyikat giginya sudah bener?

🔘Pulang sekolah tanyakan ada kejadian apa di sekolah?  Bagaimana teman-teman disekolah?  Bisakah menerima dengan baik pelajaran dari guru/ustadz?  Adakah permasalahan yang dihadapi?  Sebagian orang tua perhatian hanya semata dari raport semesteran saja.

🔘Ketika bermain diluar, arahkan agar berteman dengan anak-anak yang baik dan perhatikan dengan siapa dia berteman.  Ketika di lingkungan ada anak yang buruk, berikan pengertian akibat buruk dari teman yang buruk.  Lebih bagus lagi kalau ada bahan kisah akhir yang buruk dari anak yang jauh dari nilai-nilai Islami, jeleknya anak-anak 'punk' dll.   Sebagian orang tua yang sibuk kurang memperhatikan dengan siapa anaknya bergaul, akhirnya baru tersadar setelah anaknya jauh terbawa oleh teman-temannya.

🔘Ketika shalat Jum'at bagi anak laki-laki, arahkan agar mengisi shaff depan dan awasi agar tidak bersenda gurau di masjid.  Sebagian orang tua khusyu' berdzikir di shaff depan, sementara anaknya dibiarkan ngobrol dan bermain di belakang.  Dan lainnya amat banyak dari bentuk perhatian orang tua kepada anak-anaknya.

💦💦💦Sudah terlalu banyak kejadian anak yang akhirnya futur, bergabung dengan geng (gangster remaja), merokok bareng anak punk, kecanduan game dll yang salah satu sebabnya adalah kurangnya perhatian orang tua kepada anaknya. 

✅Nah agar kita tidak menyesal di kemudian hari,  mari kita lebih memperhatikan anak-anak kita, sehingga kelak biidznillah mereka akan bisa menjadi penyejuk mata kita, menjadi generasi yang shalih dan shalihah.

✏kiriman dari Ummu Haidar Cilacap anggota BILAAD 7

🌻🌻🌻WA BILAAD🌻🌻🌻

12 Nov 2015

Catatan Ummi ke 11

                       CATATAN UMMI

Bismillah...

Anak adalah sebuah anugrah dari Allah yg tiada tara kenikmatannya..

Dengan anak ada asa di setiap harapan. Karena anak selalu ada doa di awalan hari hingga ujung malamnya.

Setiap anak akan memberi warna yg berbeda di setiap hari harinya.

Namanya Ibrahim Hanif. Dia anak ana yg ke 4 dari keempat anak ana.

Tumbuh dengan alur yg berbeda dari anak kebanyakan. Sejak bayi ada penanganan terapi untuk pertumbuhan nya. Dari baru lahir yg sakit sakitan hingga terapi berjalan nya.

Alhamdulillah,dengan perjuangan yang penuh harap akhirnya Ibrahim dapat berjalan juga di usianya yg 3 tahun. Tapi tidak sampai di situ perjuangan hati orang tuanya...

Ya, di usia 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun Ibrahim belum kunjung bicara normal.

Hati ini selalu memiliki harapan jika anakku akan bisa bicara normal. Selalu tegar dengan harapan dan doa doa. Walau hati akhirnya menyerah menangis kalau ada yg mengasihani dia karena belum bicaranya dia.

Harapan  semakin kuat tatkala teman teman mengejek nya, tawakal semakin besar tatkala tetangga memarahinya karena teriakan dia ketika mencoba berbicara.

Ibrahim si 4 tahun yg belum bisa bicara. Dia sudah bisa menyapu rumah bersih tatkala teman teman nya masih merengek minta minum, dia sudah bisa mencuci piring tatkala teman temannya menangis tidak bisa membuka pintu. Dia yang sudah bisa membongkar sepeda miliknya tatkala teman-temannya belajar membaca dan menghafal.

5 tahun ada sedikit kata yg membuat kami tersenyum.

Kini 6 tahun sudah usianya. Dengan terbata dia mencoba menghafal kata.

Walau belum ada huruf yg mau dia tahu bentuknya, dia mencoba menghafal huruf disetiap akhir surat. Tersenyum lucu ketika dia mendengar dan ikut membaca murottal alquran kesukaannya. Atau terkadang dia "muhadhoroh " di atas lemari kecilnya dengan suara yg tidak jelas. Disitu terselip harapan dan doa suatu saat nanti kamu bisa memberikan ceramah kepada orang banyak, suatu saat nanti orang tuamu bisa mendengar rekaman hafalanmu. 

Celoteh mu menutupi kekurangan mu, perhatianmu menyamarkan kesedihan.
Alhamdulillah sudah banyak senyuman karena tingkahmu. Begitu banyak nikmat karena memiliki mu.

Semoga hingga nanti tetaplah menjadi pelipur lara kami disaat terputus amalan. Tetaplah menjadi penolong orang tuamu di saat anak sholeh adalah salah satu penyambung amalan yg tidak terputus hingga yaumul akhir.

Aamin ya Rabbal 'Aalamiin...

Batam, 4 november 2015.
Ummu 'abdillah fathiyyah
(Anggota grup bilaad 4).

                                  WA BILAAD

11 Nov 2015

Catatan Ummi ke 10

                     Catatan Ummi

Sebagai pelengkap dari catatan seorang ummi, yang berjudul:

Diejek Teman?  Sabar aja....
              (bagian 2)

Ana sering menerapkannya kepada anak meskipun tidak selalu berhasil, namun bukankah pada syariat juga ada perintah bahwa memaafkan dan mendoakn kebaikan bagi orang yang telah berbuat dzolim kepada kita..

Saat putri ana menceritakan bahwa tadi di sekolah diejek demikian demikian oleh teman-teman. Atau pun di lingkungan bermain rumah.

Ana menenangkan hatinya dahulu, mengingatkan untuk memaafkannya dan membesarkan hatinya dengan melihat kekurangan yang menjadi bahan ejekan pada dirinya untuk disyukuri misalkan yang diejek adalah dalam hal fisik, materi maupun kemampuan. Bukan dalam hal perbuatan.

Misalkan karena badan gemuk, kulit hitam, cacat dsb... Maka ingatkanlah bahwa hal tersebut adalah pemberian dari Allah dan syukurilah. Alhamdulillaah, ingatkanlah pula bahwa kemuliaan di hadapan Allah, bukan dilihat dari fisik maupun banyaknya materi namun ketaqwaan dan bagusnya akhlaq.

Meskipun orang tsb cantik, pakaiannya bagus-bagus, namun jika akhlaqnya tidak baik maupun dia tidak taat kepada Allah... Maka semua itu tidak ada nilainya di hadapan Allah.
Maafkanlah teman-temanmu dan doakan kebaikan untuknya.

Misalkan yang mencela usianya lebih muda maka ana ingatkan bahwa anak tersebut masih kecil, usianya di bawahmu, dia belum tahu. Mudah-mudahan jika sudah tambah besar sepertimu atau mudah-mudahan jika sudah lama belajarnya dan sudah tahu bahwa hal tersebut tidak boleh...bisa memperbaiki.

Namun jika bahan ejekan tersebut karena kekurangan pada perbuatan, misalkan karena anak kita berbuat nakal dengan temannya, berbuat salah kepada temannya atau melakukan sesuatu yg melanggar dsb...maka beri pengertianlah bahwa apa yg dilakukan tersebut memang tidak baik/salah. Maka berbesar hatilah menerima kesalahan tersebut dan bersabar atas ejekan teman tersebut.

Minta maaflah kepada orang yg kita dzolimi. Kemudian doakanlah kebaikan untuk putra putri kita di hadapan mereka. "Mudah-mudahan Alloh memperbaikimu, naak...." Aamiin .

Dan ingatkanlah pada putra putri kita bahwa "ejekan" adalah tidak baik. Dirimu telah merasakan bahwa diejek itu menyakitkan dan tidak enak rasanya. Jangan lakukan hal tersebut jika dirimu melihat kekurangan atau kesalahan pada saudaramu atau orang lain. Itu perkara yg tercela dan dilarang dalam agama (ghibah).

Lebih baik nasehatilah jika saudaramu ada kesalahan, jika dirimu tidak mampu, maka sampaikanlah kepada Ustadzah (jika terjadi di Pondok) agar Beliau yg menasehati dan jangab lupa doakanlah kebaikan bagi saudaramu.

Ummu fulanah (Anggota Bilaad 3)

                      Wa.Tarbiyatul Aulaad
                                   (BILAAD)

Catatan Ummi ke 9

Revisi Judul Catatan Ummi  postingan Rabu 08 Al Muharram 1437 H/21 Oktober 2015 M 

Berikut  Revisinya ⤵
○●○●○●○

                         CATATAN UMMI

Diejek Teman ? Sabar aja....

Dalam interaksi dengan teman-temannya di sekolah, sering kita dapati antara anak yang satu dengan yang lainnya saling mengejek.  Ada saja bahan untuk mengejek.  Entah kekurangan fisik, barang/benda, nama yang unik dll.

Hal ini sebetulnya merupakan bentuk bullying secara verbal.  Makin banyak teman-temannya yang mengejek, makin berat tekanan yang diderita si anak.  Sementara itu, makin bereaksi si anak, makin senang teman-temannya mengejek atau membully secara verbal. 

Jika tidak ditangani dengan baik anak akan malas untuk belajar dan berangkat ke sekolah/pondok.

Bagaimana kiat menghadapinya?

Pertama:

Orang tua harus senantiasa memantau, memperhatikan dan menanyakan ada kejadian apa disekolah dari kejadian yang lucu, menyenangkan maupun yang menyedihkan.

Ejekan merupakan sesuatu yang menyedihkan, biarkan anak bercerita untuk mengungkapkan perasaannya.  Hal ini akan bisa mengurangi bebannya sekian persen.

Kedua :

Kita beri pengarahan bahwa orang yang mengejek kita dan mencari celah kekurangan kita biasanya iri terhadap kelebihan kita yang lain.  Bisa jadi juga orang yang mengejek itu dulunya merupakan korban dari ejekan dan ingin balas dendam.  Jika anak sudah mengerti, dia akan lebih tenang dan lebih mudah untuk tidak menghiraukan ejekan.

Ketiga:

Kita beri pengarahan bahwa orang yang mengejek kita menghendaki kita menjadi sedih dan terganggu dengan ejekan itu, padahal apabila kita tidak menghiraukannya (cuek saja) hal itu tidak memudharatkan kita sedikitpun.

Kalau ada yang mengejek, bilang saja "Iyaaa...", niscaya yang mengejek akan salah tingkah.  Tetaplah tenang, teruslah berjalan, teruslah belajar, sabar saja... Biarkan anjing menggonggong kafilah tetap berlalu...

Keempat :

Tetap berbuat baik, bersikap baik dan dermawan terhadap teman-teman di sekolah/pondok sekalipun orangnya mengejek kita.  Misalnya dengan membagi makanan, meminjamkan buku atau baca buku yang bagus bareng teman ketika istirahat dll.  Biasanya orang yang suka mengejek akan malu, tersadar dan sebagian mereka minta maaf.

Satu hal yang perlu di ingat , ketika memberi pengarahan kepada anak adalah dengan bentuk dialogis sehingga anak mudah memahaminya. 

Kiat-kiat diatas sudah kami praktekkan dan alhamdulillah biidznillah sukses.

Sumber: Pengalaman Abu dan Ummu                       Haidar.

Ummu Haidar Cilacap (Bilaad 7)

  
                    Wa.Tarbiyatul Aulaad
                               (BILAAD)

Catatan Ummi ke 8


                   CATATAN UMMI
                _____________________

BUKU SHOLAT UNTUK ANAK.

Buku sederhana ini berisi sebelah kiri nama-nama sholat dimulai dari shalat sunnah fajar, shubuh dan seterusnya sampai Isya, dibawahnya shalat sunnah. Shalat sunnah fajar disebutkan di awal.

Tiap kali shalat anak disuruh menuliskan surat apa yang dibaca. Kalau anak melakukan satu shalat sunnah, maka di hari itu dia mendapatkan satu gambar bintang. Gambar bintang dikumpulin dan dihitung, apabila sudah mencapai 100 bintang maka dikasih hadiah.

Alhamdulillah efektif untuk memacu dan mendisiplinkan shalat. Ini juga memacu anak ketika shalat berjamaah yang dijaharkan (dikeraskan) hendaknya mendengarkan surat apa karena itu yang akan ditulis di buku. Ketika shalat sunnah diusahakan juga dari surat yang sedang dihapal.

Ini adalah sedikit diantara sekian banyak kiat mendidik anak. Mari berbagi ide positif untuk turut membantu mewujudkan generasi yang bertauhid yang semuanya berawal dari keluarga.

Ummu Haidar Cilacap حفظها الله تعالى  (BILAAD 7).

                            
                                  WA BILAAD

6 Nov 2015

CATATAN UMMI

〰✒〰✒〰✒🍃🌸🍂✒〰✒〰✒〰

〰📌CATATAN UMMI📝

🌻Bismillah
Anak adalah sebuah anugrah dari Allah yg tiada tara kenikmatan nya.

🍁Dengan anak ada asa di setiap harapan. Karena anak selalu ada doa di awalan hari hingga ujung malamnya.

☔Setiap anak akan memberi warna yg berbeda di setiap hari harinya.

👉Namanya Ibrahim Hanif. Dia anak ana yg ke 4 dari keempat anak ana.

❄Tumbuh dengan alur yg berbeda dari anak kebanyakan. Sejak bayi ada penanganan terapi untuk pertumbuhan nya. Dari baru lahir yg sakit sakitan hingga terapi berjalan nya.

💦Alhamdulillah ,dengan perjuangan yang penuh harap akhirnya Ibrahim dapat berjalan juga di usianya yg 3 tahun.

🌿Tapi tidak sampai di situ perjuangan hati orang tuanya...

Ya, di usia 3 tahun, 4 tahun, 5 tahun Ibrahim belum kunjung bicara normal. 💦

💪🏽Hati ini selalu memiliki harapan jika anakku akan bisa bicara normal. Selalu tegar dengan harapan dan doa doa. Walau hati akhirnya menyerah menangis kalau ada yg mengasihani dia karena belum bicaranya dia.

✅Harapan  semakin kuat tatkala teman teman mengejek nya, tawakal semakin besar tatkala tetangga memarahinya karena teriakan dia ketika mencoba berbicara.

🍄Ibrahim si 4 tahun yg belum bisa bicara. Dia sudah bisa menyapu rumah bersih tatkala teman teman nya masih merengek minta minum, dia sudah bisa mencuci piring tatkala teman temannya menangis tidak bisa membuka pintu. Dia yang sudah bisa membongkar sepeda miliknya tatkala teman  temannya belajar membaca dan menghafal.

🌼5 tahun ada sedikit kata yg membuat kami tersenyum.

↪Kini 6 tahun sudah  usianya. Dengan terbata dia mencoba menghafal kata.

🌸Walau belum ada huruf yg mau dia tahu bentuknya, dia mencoba menghafal huruf disetiap akhir surat. Tersenyum lucu ketika dia mendengar dan ikut membaca murottal alquran kesukaannya. Atau terkadang dia "muhadhoroh" di atas lemari kecilnya dengan suara yg tidak jelas. Disitu terselip harapan dan doa suatu saat nanti kamu bisa memberikan ceramah kepada orang banyak, suatu saat nanti orang tuamu bisa mendengar rekaman hafalanmu. 

🌴Celoteh mu menutupi kekurangan mu, perhatianmu menyamarkan  kesedihan.
Alhamdulillah sudah banyak senyuman karena tingkahmu. Begitu banyak nikmat karena memiliki mu.

💐Semoga hingga nanti tetaplah menjadi pelipur lara kami disaat terputus amalan. Tetaplah menjadi penolong orang tuamu di saat anak sholeh adalah salah satu penyambung amalan yg tidak terputus hingga yaumul akhir.

Aamin ya Rabbal 'Aalamiin..

📆Batam, 4 november 2015.
✒Ummu 'abdillah fathiyyah
~(Anggota grup bilaad 4)~

〰✒〰✒〰🎀WA BILAAD🎀〰✒〰✒〰

29 Agu 2015

Catatan Ummi 7

✒ Catatan Ummi ✒

بسم الله الرحمن الرحيم

Afwan untuk ummahat semua, ana ingin sedikit berbagi secuil kisah ana dalam perjalanan ana mendidik putra ana. Ia adalah putra pertama ana. Namanya ibrohim, usianya kini menginjak 5 tahun. Ana sengaja untuk tidak memasukkannya ke tk karena jarak tk salafiyyah dengan rumah ana lumayan jauh. Kasihan bila setiap hari ia harus pulang pergi seperti itu. Ana mengkhawatirkan kesehatannya.

Maka ana berinisiatif untuk mengajari sendiri, dengan berbekal sedikit pengalaman ana dulu ketika masih membantu mengajar di salah satu mahad di malang. Tentu saja, berbekal niat, untuk bisa mewujudkan ibu adalah almadrosatul uwla', dalam mengantar anak-anaknya mengenal manhaj yang haq, sebagai bekal untuk meniti ash shirothol mustaqim.

Tidak banyak kemampuan yang ana miliki,namun dengan tertatih, ana tetap berazam untuk bisa mentarbiyah anak-anak di atas alquran dan sunnah. Mulailah ana membimbing Ibrohim menghafal al quran, mufrodat, belajar membaca arob dan latin, berhitung, juga membekalinya sedikit pengetahuan dasar tentang aqidah, akhlaq dan fiqh.

Ana memakai modul yang sudah tersedia di penerbit-penerbit bermanhaj salaf.
tibalah suatu hari, dimana ana menjelaskan tentang surga dan neraka. Subhanalloh...
betapa hati ini terkejut, ketika suatu hari dengan setengah menangis, dia berkata:"ummi, Ibrohim takut, bagaimana nanti kalau ibrohim sudah mati? Masuk syurga atau neraka?".

Ya Robbi...menetes air mata ini....
bukankah ana yang lebih berhak untuk merasa ketakutan seperti itu?
Bukankah setiap hari ana sering membimbing dia mengenal agama-Mu, namun tidak ada kepastian bahwa diri ini juga akan selamat. Allohu musta'an... Dengan masih ketakutan, Ibrohim kembali bertanya:"ummi, kalau ibrohim sama Alloh dimasukkan syurga, apa nanti abi sama ummi udah nunggu ibrohim disitu?"

Dengan tak kuasa menahan air mata....dalam hati kecil ana berbisik, duhai anakku, ummi juga tidak tahu nak, akankah ummi mu ini akan berkumpul denganmu di syurga? Seorang yang faqir dan dhoif, yang dengan tertatih berusaha untuk membimbingmu, dan kau pun mengira diri ini adalah seorang ibu yang hebat, sedangkan tidak ada kepastian apapun tentang nasib ummi mu ini di akhirat kelak.

Kejadian ini, berhasil menyuntikkan motivasi tersendiri bagi ana, untuk kembali bangkit dan berbenah. Beribadah dan menuntut ilmu semaksimal mungkin sebisa ana. Bukan hanya engkau yang perlu belajar nak, ummi pun sangat perlu sekali untuk belajar.

Bukan hanya engkau yang perlu merasa khawatir akan masa depan di akhirat kelak, bahkan ummi mu ini, yang faqir dan dhoif, yang setiap hari kau selalu berhusnudzon kepadanya bahwa ia adalah seorang ibu yang sholihah, lebih berhaq untuk merasa khawatir tentang masa depannya di akhirat kelak, karena hujjah telah tegak. Setiap hari, lewat lisan ini kau belajar tentang agama Alloh.

⚠Duhai...bagaimana kiranya jika ummi menghasungmu untuk selalu berusaha menjadi hamba Nya yang sholih, namun hal yang sama tidak ummi terapkan ke diri ummi sendiri. Allohu mustaan... Alloh lah tempat ummi meminta pertolongan.

Ummahatty fillah... kadang dalam perjalanan kita mentarbiyah anak-anak kita, sering terselip teguran-teguran lembut untuk kita. Maka, marilah kita sama-sama untuk lebih peka terhadap celoteh lugu anak kita.

Duhai anakku ibrohim... Jadilah engkau hamba Alloh yang sholih, dan jadilah engkau sebagai salah satu dari barisan para penghafal alquran, serta kibarkanlah bendera dakwah di atas alquran dan sunnah. Harapan ini tertumpu di pundakmu nak...
izinkan ana untuk menutup kisah ini dengan seuntai doa...

Ya Alloh...jadikanlah aku, suamiku dan anak-anakku sebagai hamba-Mu yang Engkau satukan kembali di jannah Mu.Aamiin yaa Robbal 'Aalamiin...

✒_Ummu fulanah...
_______________________
http://tarbiyah-aulad.blogspot.com

WA. Tarbiyatul Aulaad (BILAAD)

19 Agu 2015

Catatan Ummi 6

✒ Catatan Ummi  ✒

بسم الله الرحمن الرحيم

Sebagai pengingat serta pengobat hati.

Untukmu Ummi Tercinta

Ketika ummi sekarang sudah mulai renta dan tua
dan bukanlah seperti ummi yang dulu lagi..
maka berusahalah mengerti dan bersabarlah sedikit terhadapnya..

Ketika pakaian ummi sekarang kotor karena makanan, dan ketika ummi lupa cara memakai pakaian...
Ingatlah kamu bagaimana ummi dahulu mengajarimu berpakaian di waktu kecil..?
Ketika ummi berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar... maka bersabarlah mendengarkannya...
Ingatkah kamu keteika kecil, ummi harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu kalli diceritakan agar kamu bisa tertidur..?

Ketika ummi memerlukanmu untuk membantunya.. janganlah menolak apalagi marah kepadanya...
Ingatkah kamu sewaktu kecil, ia harus bersusah payah agar bisa membantumu berhasil..?

ketika ummi tak paham dengan hal-hal yang baru..
janganlah sekali-kali menertawakannya..
pikirkanlah bagaimana dulu ummi begitu sabar menjawab pertanyaan "mengapa" darimu..

✋Ketika ummi kini tak dapat berjalan,
ulurkanlah tangan yang masih kuat untuk memapahnya...
ingatlah kamu sewaktu kamu kecil, ummi senantiasa memapahmu agar kamu bisa belajar berjalan...

ketika ummi lupa akan apa yang sedang dibicarakan.. berilah ummi waktu dan kesempatan untuk mengingatnya...
karena sebenarnya bagi ummi, apa yang dibicarakan tidaklah penting asalkan kamu di sampingnya, mendengarkannya, ummi sudah puas....

Ketika kamu memandang ummi mulai menua dan tak berdaya, janganlah bersedih...
mengertilah, dukunglah ummi seperti ummi menghadapimu ketika kamu mulai belajar melihat kehidupan ini...
ingatkah waktu itu ummi memberi petunjuk bagaimana cara menjalani kehidupan ini...?
sekarang temanilah dirinya dalam menghabiskan sisa-sisa hidupnya...

Berilah ummi ketulusan cinta dan kessabaranmu,
ummi akan memberikan senyuman terindah untukmu...
dalam senyumnya terdapat rasa bangga dan kebahagiaan cinta yang tak terhingga untukmu...
yang tak akan lekang oleh waktu...
bahkan ketika ajalnya telah di ambang pintu..
ummi ananda sangat mencintaimu...

Copy paste dari Buku " Konsultasi Kehamilan "

✒ Ummu Fulanah (Bilaad 5)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

WA.Tarbiyatul Aulaad  BILAAD
                   
http://tarbiyah-aulad.blogspot.com

Catatan Ummi 5


✒ Catatan Ummi ✒

Bismillah...

Kisah ini mungkin agak sedikit berbeda...
Karena ana bercerita bukan sebagai ummi,
Tapi  sebagai seorang yg 'ikut-ikutan' mengajar anak-anak di sebuah ma'had..

Menjadi wali kelas tentu saja bukan suatu yg mudah,
Terlebih bagi ana yg basicnya bukan anak pondokan..
Juga bagi ana yg belum punya anak sendiri,
bismillah..dan semangat untuk bisa menjadi "orgtua kedua" itulah motivasi ana.

⬅Tahun lalu ana diamanahi menjadi wali kelas kelas 2,
yang ana lakukan saat itu adalah benar-benar menyelami bagaimana dulu ketika ana masih kelas 2,
Belajar apa, bagaimana  tingkat emosinya, mengukur kira-kira kemampuannya..
Ya semacam itu, ana lakukan itu agar ana tidak terlalu panjang angan ataupun kecewa jika si anak belum bisa begini dan begitu...
Maklum, ana termasuk pengajar baru,
Masih sedikit jam terbang,

✌Kelas 2 masyaallah anak-anaknya lucu-lucu dan semangat-semangat.
Ini yg membuat ana sangat menyayangi mereka, walaupun 2/3 anak kemampuannya tertinggal dari teman-temannya ana berusaha memotivasi mereka..

⛅Dari hal yg paling membuat mereka mau untuk memuroja'ah pelajaran mereka adalah dengan metode tebak-tebakan / lomba siapa cepat menjawab. Ana tuliskan nama-nama anaknya di papan tulis, setiap jawaban benar ana kasih nilai 10, salah -5.
Pelajaran akhlaq dan matematika yg ana pegang ana terapkan model seperti itu,
Walhamdulillah, anak-anak yg tertinggal kemampuannya menjadi semangat sekali,
dan nilai mereka untuk 2 pelajaran yg ana ajarkan sangat tidak mengecewakan,

Dan alhamdulillah semua anak naik kelas..
Ana pun berpisah dengan mereka..tidak menjadi walikelas mereka lagi

semoga mereka tetap menjadi  anak-anak yg baik dan bersemangat dalam menuntut ilmu, karena  mungkin  kesempatan untuk menasehati mereka sudah tidak seperti dulu, ana hanya bisa berdoa dari jauh untuk kesembilan anak-anakku tersayang..
Baarokallohu fiihinn..

Tahun ini, alhamdulillah 'ala kulli haal..ana diamanahi menjadi walikelas 5,
tentu saja ini lebih  berat..karena  usia anak tersebut mulai ABG. ..dan qaddarallah dari dulu, hampir semua anak tergolong susah menerima nasehat, aktif-aktif (banyak tingkah).
Wallahul musta'an,

Dua pekan ini ana jalani bersama mereka, ana selalu grogi setiap masuk kelas, khawatir mereka  bosan dan tidak suka dengan  ana.
Dan hari pertemuan pertama pelajaran akhlaq..ana biidznillah, Allah permudah untuk menasehati mereka,dan Allah permudah mereka untuk  sedikit meneteskan airmata...
Ana ingatkan atas "kenakalan kecil" mereka, ana ingatkan tentang berbakti pada orangtua mereka...
ana ingatkan mereka tentang nikmatnya Jannah dan usaha untuk mendapatkannya...
walhamdulillah jika hari itu mereka menangis dan tersadar, sesungguhnya hidayah milik Allah ta'ala,
Tapi tentu saja hari itu bukan akhir!
Ana ingatkan mereka akan godaan syaithon yg terus menerus mengajak pada kejelekan..kenakalan..
melihat mereka menangis,Ana pun sedih juga.
Tersadar jiwa ini mulai menyayangi mereka.

Mungkin memang  harusnya seperti  ini,
seorang pengajar dituntut bisa menyayangi anak didiknya,Agar nasehat keluar dari hati,
Sehingga bisa pula menyentuh hati,

Semoga Allah mmperbaiki akhlak - akhlak mereka. Di usia-usia yg rentan dengan perubahan jati diri,dan ana berdoa untuk hari-hari esok yang akan mereka jalani,

semoga lebih baik..semoga lebih baik..
wahai putriku anak-anak sholihat...
Aamiin ya Robbal 'Alamiin

✒__ummu Fulanah di sebuah kota kecil
( Bilaad 3)
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
http://tarbiyah-aulad.blogspot.com

WA BILAAD
      Tarbiyatul Aulaad

Catatan Ummi 4

✒ C a t a t a n   U m m  i ✒

B i s m i l l a h

Ananda Salsabila Az Zahra umur 4 th 4 bulan, 2 bln sebelum masuk TK sudah ana ajari AISM dan  al qiroah.

Alhamdulillah dia suka belajar terkadang tanpa ana suruh dia suka belajar sendiri waktunya tidak menentu kapan dia mau,sesekali dia minta di dampingi ketika ana sedang menyelesaikan tugas RT,tapi ana tetap berusaha meluangkan waktu buat temani dia belajar,agar semangatnya tidak terputus dan selalu merasa ada wktu ana buat dia...

Alhamdulillah sejauh skrg dia masih mudah ana kontrol. Semoga istiqomah ya  naak...

Kalau hafalan ana talqin tiap hari 1 ayat ( ini ana dapat dari ummu Ibrohim yang dipraktekin ke anaknya  (ana ikut-ikutan )

Alhamdulillah dia tidak kesulitan dan  sejauh ini dia memang suka menghafal kalau ana janjikam dia sangat suka.Terkadang ana bikinkan makanan yang jadi keinginannya terus ana bilang karena kakak sudah banyak hafalannya ummi bikinin kue buat kakak terkadang es krim sebagai surprise buat dia.

Ketika dia lagi main atau santai di rumah ana talqin hafalan ayat trakhir/ surat baru yg mau dihafal berikutnya Alhamdulillah sekarang sudah sampai At takaatsur di sekolah tinggal murojaah sama ustadzahnya.

Dalam menghafal Al qur'an sebagai bantuan ana sering putarkan murottal atau suara kawannya  yang di RA.zahra selalu minta di  kirim di WA  kalau sudah ada surat baru walau belum selesai 1 surat.sebagai alternatif ana kirim ke abahnya atau ke oomnya,nnti kalau sudah lancar baru ana kirim ke RA Alhamdulillah dia sangat senang walau pun masih banyak salah panjang pendeknya....ana tidak pernah memaksa dalam hafalan biasanya dia akan murojaah setiap bangun tidur.kalau ana lagi baca Al quran dia mau baca juga surat yang dihafal tapi halamannya suka-suka  dia terus nanti dia suka bilang nanti kakak bisa kan baca kayak ummi gitu...

Alhamdulillah dengan adanya RA dan  BILAAD  ini ana merasa sangat terbantu dalam mendidik dan  mengajari ana.karena sebelum ana masukkan dia ke TK A (beberapa minggu yang lalu) ana sempat khawatir tidak maksimal mengajari dia karena ada sikecil yg belum 2 tahun juga dan  ada juga yang baru 8 bulan,tapi setelah ana jalani dan berkat faidah juga dari grup ini.

walhamdulillah...bi idznillah ana malah merasa senang mengajari dia di sela-sela  kesibukan ana mengurus kedua adiknya.
mudah-mudahan dengan usaha kita ini akan mengurangi problem yang akan muncul di madrosah  karena keterlambatan anak didiknya disebabkan kurangnya perhatian kita dan kita harus kembalikan posisi kita al ummu madrosatul uulaa.

Dengan niat mengharap wajah Allah dan dalam rangka membantu mengatasi problem anak-anak di madrosah ana merasa ummilah yang bertanggung jawab atas anak.

Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan dan semangat dalam mendidik anak kita sehingga kita akan mendapat balasan terbaik dari Allah Ta'ala di yaumil akhir.
Aamiin.......

Pengirim:

Ummu Zahro Batam حفظها الله (BILAAD 5)

     ✒W A  B I L A A D✒
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Catatan Ummi 3

FATWA TARBIYATUL  AULAAD

MENCUKUR RAMBUT
anak wanita setelah kelahirannya dan mengkhitannya

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﺍﻟﺤﻤﺪﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ, ﻭﺍﻟﺼﻠﺎﺓ ﻭﺍﻟﺴﻠﺎﻡ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﻣﻦ ﻭﺍﻟﺎﻩ, ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ:

       Dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, kepada Al-Ukhti yang kami hormati: N.S.R.kh. semoga Allah menjaganya.

       Salamun alaikum, wa ba'du: meruju' pada surat permintaan fatwa dari anti kepada kami dengan nomor 4321 tertanggal 23-11-1407 H, dimana anti bertanya tentang:

✅ Khitan untuk anak wanita, dan:

✅ Mencukur rambut anak wanita setelah lahirnya.

Maka jawabannya:

Kami sampaikan bahwa SUNNAH mencukur rambut kepala bayi laki-laki, dan memberi nama yaitu di hari ke tujuh dari kelahirannya.

Adapun bayi wanita maka tidak dicukur rambut kepalanya, berdalilkan sabda Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ :

ﻛﻞ ﻏﻠﺎﻡ ﻣﺮﺗﻬﻦ ﺑﻌﻘﻴﻘﺘﻪ ﺗﺬﺑﺢ ﻋﻨﺪ ﻳﻮﻡ ﺳﺎﺑﻌﻪ, ﻭﻳﺤﻠﻖ و ﻳﺴﻤﻰ.

"Setiap bayi tergadaikan dengan aqiqahnya disembelih (kambing) pada hari ke tujuh, dicukur dan diberi nama."HR.Ahmad dan Ashabus sunan dengan sanad Hasan.

Adapun KHITAN untuk wanita, hukumnya SUNNAH bukan wajib berdasarkan keumuman hadits di atas, juga dalam hadits yang lain Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ bersabda:

ﺧﻤﺲ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﻂﺮﺓ: ﺍﻟﺨﺘﺎﻥ, ﻭﺍﻟﺎﺳﺘﺤﺪﺍﺩ. ﻭﻧﺘﻒ ﺍﻟﺎﺑﻄ, ﻭﺗﻘﻠﻴﻢ ﺍﻟﺄﻇﻔﺎﺭ, ﻭﻗﺺ ﺍﻟﺸﺎﺭﺏ

"Lima dari fithrah:
khitan, mencukur bulu farji, mencabut bulu ketiak, memotong kuku dan memotong kumis."
H.R. Bukhari Muslim. Mutafaqun 'alaih. Disepakati keshohihannya

Semoga Allah memberikan taufiq di jalan yang di ridhoi-Nya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﻪ ﻭﺍﻟﺤﻤﺪﻟﻠﻪ ﺭﺏ العالمين

Diterjemahkan oleh:
✒Al Ustaadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid

Wa.BILAAD
Tarbiyatul Aulad

Catatan Ummi 2

﹏﹏﹏﹏﹏﹏

Catatan ummi

Bismillah...

Tentang televisi dan gadget

Si sulung kami waktu itu sudah mulai belajar bermain keluar rumah. Kondisi kami yang baru pindah ke tempat tinggal baru kami. Bukanlah rumah yang sudah layak untuk ditempati. Hanyalah sebuah kamar darurat dan sebagian berdinding terpal. Alhamdulillah itulah nikmat yang Allah berikan buat kami.

Sulung senang sekali bermain ke rumah tetangga, tak jarang dia masuk ke dalam rumah temannya. Karena tetangga lingkungan kami orang awwam, televisi adalah hal biasa bagi mereka. Ini ujian yang kami rasa berat saat itu.

Alhamdulillah jika keluarga kami meskipun masih awwam tapi mereka faham jika kami melarang putra-putra  kami menonton televisi.

Pada salah seorang tetangga ana minta maaf dan menyampaikan bahwa di rumah kami anak-anak  dilarang menonton. Yang satu faham, tapi ada yang tidak senang. Sampai mertua dikabari temannya bahwa si sulung kami suka kerumah tetangga kami nonton televisi. Alhamdulillah mertua faham dengan kami, beliau membela kami dan disampaikan kalau anak-anak suka menonton dia akan sulit belajarnya. Alhamdulillah waktu itu si kakak belum sekolah tapi sudah lumayan hafalan surat pendeknya dan sudah mulai bisa membaca. Karena melihat inilah kakek neneknya senang sekali.

Ana terkadang yang justru lemah, untuk menutupi kekurangan ini (televisi) ana merengek pada suami supaya kakak di ijinkan belajar komputer, karena suami orang IT ana fikir mendukung putranya untuk di ajari mewarnai atau game2 edukasi di komputer. Malah beliau melarang (Alhamdulillah) karena menurut beliau sebentar saja jika mau belajar komputer itu, biarkan kakak sibuk dengan permainan yang melatih fisiknya dan hafalan. Permainan2  yang mengasah fikiran dan fisik. Bukan game yang membuat kakak kecanduan.

⏰Jadi akhirnya kami selalu mengingatkan kakak supaya belajar bagi waktu. Kapan belajar, kapan bermain, kapan di ijinkan pinjam hp ummi. Dan akhirnya hp pun harus dibersihkan dari game-game . Yang ada hanya belajar doa anak-anak  vidio dari whatapps salafy Alhamdulillah sampai mereka hampir-hampir  hafal ucapan-ucapan  ustadz dan mengikutinya.

Perjuangan kami masih belum selesai. Karena terkadang kalau mereka berkunjung ke rumah kai' (neneknya) ada omnya yang masih suka main gadget..

Semoga Allah memberikan hidayah buat adikku..

Saling menguatkan ya ummah...
saling mengingatkan... perjalanan kita masih panjang.....

Pengirim:
✏Ummu ishaq (bilaad 2)
  
﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏

         WA BILAAD

Catatan Ummi 1

→CATATAN UMMI←

Bismillah......

Memiliki anak adalah anugrah terbesar buat kita ,namun banyak anak,banyak pula ujian dan permasalahan yang kita hadapi.

Ana dan suami bukanlah seorang pendidik dari sekolah madrasah atau yg semisalnya namun sekolah formal dan di besarkan di lingkungan  yang awwam membuat kami jauh dari mengenal As sunnah.ingin memperbaiki diri,namun terjun di suatu da'wah yang sekarang di kenal sebagai da'wah khawarij.

Singkat cerita...saudara mengenalkan da'wah Ahlussunnah kepada kami.kajian-kajian da'wah rajin suami ikuti dan memberi masukan kepada ana.sampai kepada mslh pendidikan anak,sedangkan kondisi anak tertua kami sekolah di SD formal sdh kls 6 pada saat itu dan berprestasi dalam pelajarn hampir di setiap semester juara 1 atau juara 2.Dan berprestasi dalam bidang olah raga sepak bola.

Dalam kondisi aqidah yang masih labil kami sempat berfikir untuk masa depan pendidikannya,apalagi sudah banyak tawaran untuk menyekolahkan anak kami di sekolah khusus sepak bola bahkan gratis biaya.
sempat terbersit di hati kami"biarlah bi..anak kita sekolah sepak bola mudah-mudahan seiringnya waktu sambil diarahkan ,mudah-mudahan hadi( nama anak kami) bisa bermain sepak bola sambil berda'wah".

Sampai wkt pendaftaran mau masuk sekolah lanjutan ,tibalah saya menanyakan ke anak:
"gimana nak? Mau sekolah dimana?".. krn pada wkt itu kami tdk ingin memaksakan kehendak kami kpd anak,biarlah dia yg menentukan.itu pikiran kami pada saat itu.
Dan ternyata..jawaban hadi sangatlah di luar dugaan kami"
mi..kalo aku sekolah bola,paling-paling tenarnya sampai usia 30 paling lama,setelah itu kita sdh di lupakan org trus kalo main di liga indonesia bayarannya sedikit mi.tapi kalo aku masuk pondok trus menghapal Qur'an insya alloh ,maka hapalan itu aku bawa sampai mati mi .."
Maka kami pun kaget bertanya lagi abinya
" jadi hadi mau masuk ke pondok aja?"
Jawab hadi dgn tegas " YA  bi.saya mau ke pondok saja sama paman (krn memang sdh ada adik ana yg lbh dahulu belajar di pondok dan mengambil program tahfidz).

Alhamdulillaah tanpa menunggu waktu lebih lama lagi ,abinya langsung mendaftarkannya ke pondok. Betapa senangnya kami pada wkt itu..
Alhamdulillah Alloh mempermudah langkah anak kami pada waktu itu.

⇨Insya Alloh berlanjut ya ummahat,karena perjalanan kita dalam mendidik buah hati sangatlah banyak pengalamannya.

jazaakillah khoir...

Pengirim:

Ummu Najwa (bilaad 3)
حفظها الله تعالى
﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏